Jurus Mencegah Bau Mulut alias Halitosis

Bau mulut bisa membuat rendah diri. Walau bisa dicegah dengan mudah, tapi bisa jadi penyebabnya penyakit tertentu.
     Sebaik dan selembut apapun ucapan kita, orang yang mendengarkan belum tentu tahan berlama-lama mendengarkannya. Itulah bahaya halitosis alias si bau mulut. Memang, bau mulut lebih merupakan hambatan sosial yang bersifat memalukan ketimbang membahayakan. Karena, lawan bicara saat kita berucap atau membuka mulut. Terkadang, bau itu bocor melalui nafas kita. Tentu sangat mengganggu hubungan interpersonal kita.

     Sebenarnya biang keladi masalah ini hanya bakteri. Bakteri-bakteri yang berdiam di dalam rongga mulut kita bereaksi membusukan sisa-sisa makanan yang menempel di sela-sela gigi. Jadi, mengatasinya sebenarnya begitu mudah: jaga kebersihan mulut. Namun ketahuilah, terkadang halitosis pun bisa ditimbulkan oleh sebab-sebab yang lebih serius. Gangguan pencernaan, ginjal, liver, atau sinusitis (infeksi rongga tulang muka). Kalau yang begini ini, tentnu membutuhkan penanganan medis.

     Secara umum, tidak terjaganya kebersihan gigilah yang menjadi sebab si hantu halitosis. Tapi bukan berarti jika sudah sikat gigi mulut kita bersih dan kita terbebas dari bau yang mengurangi pe-de ini. Itu masih bergantung pada sempurna tidaknya kita membersihkan sisa-sisa makanan dari sela-sela gigi, dari bawah jaket gigi (craow), dan dari kawat gigi (bagi yang memakainya).

     Bau mulut bangun tidur, penyakit gusi, abses gigi (gigi rusak), bertumpuknya karang-karang gigi -karang gigi adalah lapisan bakteri yang tidak kelihatan--juga dikategorikan sebagai penyebab timbulnya bau mulut. Begitu juga jika Anda mengalami sinusitis.

     Selain itu, bau mulut juga bisa diakibatkan karena kebiasaan Anda mengkonsumsi jenis makanan tertentu. Mulai dari jengkol, petai, bawang putih, bawang merah, kopi, ikan, sampai keju. Obat-obatan pun bisa punya andil membuat orang tidak tahan dekat-dekat kita, lho. Obat-obatan itu misalnya antihistamin, diuretik (pelancar urine), dan obat penenang.

     Makanya, untuk mencegah nafas berbau dan menjaga kebersihan mulut, usahakan menyikat gigi dan lidah setiap habis makan. Memang agak merepotkan. Sampai-sampai Rasulullah saw. sendiri pernah mempersalahkan masalah yang satu ini. Beliau berkata, kalau saja tidak menyusahkan umatku, akan kuwajibkan umatku bersiwak lima kali sehari. Maksudnya, setiap kali berwudhu Rasulullah saw. meminta kita membersihksn gigi. Habis bau mulut memang mengganggu interaksi sosial kita. Kan, enggak lucu kalau orang-orang disekitar kita jadi gelisah dan tidak khusyuk saat sholat hanya gara-gara bau mulut kita yang kayak comberan. Untuk yang satu ini Rasulullah saw. tegas sekali. "Jangan menghadiri masjid kami," begitu sabda beliau kepada orang-orang gembar makan bawang.

Tiga Jurus Mencegah Bau Mulut
       Jaga selalu kebersihan mulut dan periksa gigi setahun dua kali. Jika Anda menggunakan gigi palsu, bersihkan gigi palsu Anda dengan seksama dan pada malam hari harus direndam dalam air setelah dibersihkan.
       Mulut barus terbuka jika sedang membuang cairan
hidung. Jika tidak, ingus atau cairan hidung yang terinfeksi akan masuk ke dalam rongga tulang muka (sinusitis).
       Banyak minum dan makan makanan yang banyak mengandung serat buat mencegah konstipasi.


     Dan tahukah Anda, selain menyikat gigi, banyak minum, selain menyehatkan, juga membantu mengurangi bau mulut? Tapi, jika langkah-langkah tersebut tidak berhasil, si halitosis masih juga enggak mau lengap dari mulut kita, cepat-cepatlah konsultasi ke dokter gigi. Dokter akan mencari penyebabnya dengan teliti dan memperbaikinya. Dan tindakan yang paling mungkin dan biasanya dokter gigi lakukan adalah mengorek dan menyikat gigi buat membersihkan tartar (karang gigi yang mengandung bakterti yang telah mengeras) dari pinggir-pinggir gusi.

    Atau, jika penyebabnya akibat kerusakan gigi, ada lubang misalnya, dokter akan menambalnya. Kalau perlu, ruang-ruang sela gigi yang menjadi tempat sembunyi sisa-sisa makanan dilenyapkan sekalian. Tidak hanya sampai situ. Jika bau itu bersumber dari infeksi kantong gusi, dokter akan mengobatinya. Tapi, jika ada penyebab lain yang bukan bersumber dari masalah mulut, biasanya dokter akan menganjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis yang berkaitan. Benarkan, bau mulut bukan masalah sederhana?

Ummi / No.04 / X / 1998
Jurus Mencegah Bau Mulut alias Halitosis Jurus Mencegah Bau Mulut alias Halitosis Reviewed by Andi on 21 Agustus Rating: 5