Pistol, Bukan Buat Gaya

Sejak peristiwa 9/11 sampe sekarang, Isu terorisme nggak pernah habis dibahas semua orang. Laku bak kacang goreng. Mulai saat itu, orang-orang mulai berpikir buat ngejaga dirinya sendiri. Buat keamanan, biasanya banyak orang mulai mempersenjatai diri. Ada yang menyimpan golok, menyelipkan pisau, hingga memegang sendok en garpu [ye, itu mah mo makan kali!]. Salah satu senjata yang paling laris dicari masyarakat penakut adalah pistol. Jangan ngebayangin yang nggak-nggak dulu. Mending kita ulik cerita-nya dibawah ini. Berangkat ...

Pada Mulanya Adalah Mesiu
Bubuk Mesiu
Penemuan-penemuan emang nggak selamanya digunain buat yang bener, ada juga yang akhirnya disalahgunakan. Makanya, ‘perang’ sampe sekarang masih berlanjut coz perkembangan senjata juga makin wah sih. Sehabis ditemuin mesiu buat amunisi, alat peledak en kembang api, senjata api mulai dikenal orang. Bubuk mesiu hitam [atau black powder] terdiri atas sendawa, arang, en belerang. Efek sampingnya, nih bubuk hitam bisa mengikis laras, banyak abunya, dan berasap (jadi kebayang kobi-koboi zaman dulu yang pistol nya berasap tiap kali abis nembak, trus ditiup deh kayak anak kecil niup lilin di kue ulthanya, he he he... cupu abis!). Nah, mulai saat itu, dikembangin deh bubuk mesiu tanpa asap. Bahan utama merupakan pembeda jenis mesiu, Ada yang dari nitroselulosa, en garam nitrat, atawa juga dari bubuk koloida, yaitu nitroselulosa yang dilarutin dalam nitrogliserin. Jenis yang disebut belakangan sekarang ini sering dipilih buat dijadiin amunisi. Balik lagi ke masalah senjata, khususnya pistol, adalah proses revolusi yang cukup hebat. Senjata yang pertama kali memakai bubuk mesiu, meriam, dimulai pada tahun 1313. Katanya buatan orang Jerman yang namanya Berthold Schwartz.
Berthold Schwartz
Nih meriam bisa dibilang sebagai cikal-bakal pistol dan senjata api. Inspirasi nya dari cara menembakkan meriam. Ada tiga cara terkenal, yaitu match-lock, wheel-lock, en flintlock. Matchlock, dari kata match. Artinya korek api. Maksudnya, ente tinggal nyalain korek api di lubang penyulut aja yang bakal membakar mesiu. Kayak yang sering ente liat di pilem-pilem kartun en pilem perang zaman dulu. Yang kedua, wheellock, dari wheel-nya aja sudah ketahuan, mestinya nih meriam punya roda, tepatnya roda logam yang bakal mengeluarkan api waktu berputar dan menggesek sepotong pirit (atau FeS). Yang terakhir, flint-lock atau pemakaian batu api. Nih sistem dijadiin standar senjata militer selama 200 taon! Setelah panjang kali lebar kita ngomong, ternyata sistem wheellock-lah yang diadaptasi ke pistol.
Samuel Colt
Kata pistol sendiri berasal dari nama kota di Pistoia, Italia, tempat pembuatan pistol di abad XV. Metamorfosis pistol sendiri dimulai sejak Samuel Colt mematenkan pistol praktis Colt Paterson-nya di tahun 1835. Abis itu, Horace Smith dan Daniel Wesson bikin pistol revolver dengan peluru tabur di tahun 1857. Trus pistol semi-otomatis muncul di tahun 1895 yang dilanjutin sama John M. Browning buat matenin pistol otomatisnya di tahun 1897. Akhirnya, gara-gara kemajuan teknologi juga, Mike O'Dwyer dari Australia beberapa tahun lalu bisa bikin pistol otomatis elektronik yang bisa menembak 3 rentetan tembakan hanya dalam 1/5000 detik. Kebayang nggak, Man, betapa gilanya tuh kecepatan tembakannya.

Jenis pistol dan Sel-selnya
Oke, sekarang kita ngomongin jenis-jenis dan komponen pistol. Pistol yang biasa dipake ama kebanyakan orang terbagi jadi tiga jenis, yaitu pistol revolver, semi otomatis, dan otomatis. Pistol jenis revolver sering dipake sama koboi-koboi zaman dulu. Revolver merupakan jenis pistol modern pertama yang dikembangkan dan diperdagangkan manusia. Cirinya adalah silinder di bagian tengah senjata yang cukup gede. Nih silinder adalah tempat menyimpan peluru, biasanya cuma memuat enam butir peluru.

Pistol semi otomatis mampu naruh peluru sendiri pada laras senjata. Waktu tembakan pertama dilecutkan, pelatuk bakal langsung otomatis berada pada posisi untuk menghantam nozel (atau firing pin, posisi siap tembak lah). Nih senjata mampu memuat peluru lebih banyak dari revolver tapi sering macet pas lagi digunain, jadi sering-seringlah merawatnya (Whew, Emang siapa yang punya?? Hehe)

Beda lagi dengan pistol otomatis. Secara fisik, nih pistol sama banget dengan semi otomatis, tapi mampu menembakkan berondongan peluru terus-menerus dengan sekali picu. Dahsyat yak. Makanya, senjata kayak AK-47 dan M-16 jadi pilihan kalo ada perang.

(1) Revolver   -   (2) Semi Otomatis  -   (3) Otomatis
Satu pistol revolver yang mini aja punya tujuh komponen lho, tapi saya sih singkat aja jadi empat bagian. Pertama, pastinya laras senjata atau loop. Nih laras berfungsi sebagai tempat lewatnya proyektil peluru saat sebuah peluru meletus dalam sebuah pistol. Di dalam laras pistol ada alur melingkar [rifling], yaitu tempat lewatnya sebagian tekanan yang dihasilkan ledakan peluru. Singkat kata, nih tekanan jadi bikin sebutir peluru bisa keluar dari moncong pistol. Kedua, pegas merupakan alat utama penggerak sistem mekanik pada pistol. Terbuat dari bahan campuran besi dan baja, so, bikin pegas elastis tapi kuat banget.

Nah, waktu pemicu pistol ditekan, pelatuk pistol bergerak memukul nozel, yakni sebuah silinder kecil yang memukul bagian belakang peluru dan meledakannya! Bagian ketiga, magazine, bukan majalah loh, tapi tempat meyimpan peluru dalam jumlah bervariasi. Biasanya sih bisa muat delapan sampe lima belas peluru.

Komponen terkahir dan yang paling penting waktu ente mau menggunakan pistol adalah peluru. Ya iya lah, kalo kosong nggak ada pelurunya, buat apaan? Peluru pada pistol berukuran lebih pendek dibanding dengan senjata api lain. Karena pendeknya, daya jangkauannya pun terbatas, jadi nih pistol cuma buat nembak sasaran jarak dekat aja.

Teman! penggunaan senjata sendiri (untuk pribadi) maksudnya sangat-sangat sulit. Di Inggris aja, punya senjata adalah sebuah pelanggaran. Nah, kalo di Indonesia juga, kepemilikan senjata tentunya banyak syaratnya. lagipula harga senjatanya juga sangat mahal.

Jadi, asalh tahu saja sih boleh, tapi kalau sampai punya, kayaknya agak berbahaya juga tuh. buat ente sendiri dan buat orang lain. Sebisa mungkin pake tangan kosong aja, nggak perlu pake senjata. Batosai si Pembantai aja pensiun dini dan jadi orang baek sekarang... n_n v

Saksi, Kahfi N8 TII 090206
Pistol, Bukan Buat Gaya Pistol, Bukan Buat Gaya Reviewed by Andi on 13 Oktober Rating: 5