Monitor LCD vs. CRT

Monitor CRT sudah menjadi perangkat penampil gambar yang dominan untuk komputer desktop sejak pertama kali muncul di awal 1980-an. Karena zaman yang baru telah tiba, sudah saatnya berubah. Kualitas dan kinerja layar datar (terutama monitor Liquid Crystal Display atau LCD) telah meningkat secara signifikan, dan harganya sudah menurun. Sekarang monitor LCD lebih diminati untuk komputer desktop.

Setiap teknologi (CRT vs. LCD) mempunyai keuntungan dan kerugian; namun keduanya belum tentu ideal untuk semua situasi. Keuntungan utama dari CRT adalah harganya yang lebih murah, kualitas gambar yang agak lebih baik, handal, dan mudah dipasang. LCD jauh lebih tipis dan ringan, hemat energi, lebih fleksibel dalam penempatannya dan pemilihan tampilannya. Mari kita diskusikan penjelasan dan perbandingannya di bawah ini:
Harga
Sebuah monitor LCD untuk komputer desktop setidaknya berharga Rp. 400.000 lebih dari harga monitor CRT (yang sama luas layarnya). Monitor LCD  murah dijual sekitar Rp. 800.000 dan yang mahal berharga lebih dari Rp. 2.500.000 melebihi harga beli untuk komputer pribadi. Pembeli biasanya tidak mau membayar mahal hanya untuk komputer biasa. Namun, harga akan terus menurun, sehingga banyak orang akan beralih.

Karakteristik bentuk
Monitor LCD lebih tipis dan lebih ringan dibanding monitor CRT. Ketebalan sebuah monitor LCD yang besar biasanya 7-10 cm. (Tidak termasuk alas). Ketebalan sebuah monitor CRT biasanya melebihi 43 cm, dan beratnya dapat melebihi 22 kg. Hal ini akan membuat pengangkutan dan peletakan menjadi sulit, yang akan membutuhkan dua orang. Sebaliknya, berat untuk sebuah monitor LCD yang besar biasanya tidak melebihi 9 kg. Selain itu, beberapa monitor LCD dapat ditempel di dinding atau permukaan vertikal lainnya. Beberapa diantaranya dapat diputar 90 derajat ke posisi tegak atau "potrait" sehingga halaman yang banyak dengan teks dapat ditampilkan tanpa di scroll.

Kerampingannya menjadikan monitor LCD ideal untuk disimpan diarea yang terbatas dan juga cocok diletakkan pada meja komputer standar. Monitor LCD dapat ditempatkan di tepi belakang meja sehingga jarak penglihatan lebih jauh dan lebih nyaman. Sebagai contoh, monitor CRT apabila ditempatkan tidak bisa menyisakan ruang yang banyak sehingga jarak pandang lebih dekat dan menyisakan sedikit ruang untuk keyboard. Seorang pengguna yang tak bisa mentolerir jarak pandang pada monitor perlu menggunakan rak tambahan untuk keyboard atau meletakkan keyboard tersebut di pangkuannya.

Kualitas Gambar
Kebanyakan pengguna mungkin tidak akan menyadari perbedaan kualitas gambar yang signifikan antara LCD dan CRT saat menggunakan aplikasi kantoran (seperti Word, Excel, dan PowerPoint). Bagaimanapun juga, monitor CRT dapat merender warna lebih baik (biasanya akan mudah disadari saat menampilkan gambar fotografi) dan keseimbangan warnanya lebih dapat diatur. Demikian pula tampilan video akan terlihat lebih baik pada monitor CRT.

Kualitas gambar pada LCD dioptimalkan hanya untuk satu resolusi. Resolusi disini adalah jumlah pixel horizontal dan vertikal. Resolusi asli (native resolution) untuk sebuah LCD monitor biasanya 1024 x 768. Beberapa monitor mungkin mempunyai resolusi asli yang lebih besar seperti 1280 x 1024. Jika seorang pengguna memilih untuk menggunakan resolusi yang lebih rendah dari yang asli, kualitas gambar akan terlihat jelek. Sebaliknya, CRT menampilkan dengan baik pada hampir semua resolusi.

Penampilan gambar LCD pada resolusi asli sering terlihat lebih tajam (dari gambar yang sama) dibanding dengan CRT. Ini dikarenakan:
  • Kesesuaian antara pixel yang ditampilkan dengan elemen pada monitor
  • Kontras LCD yang lebih tinggi

Beberapa orang lebih suka gambar dengan kontras yang tinggi; sebagian tidak.

Faktor Lainnya
Konsumsi energi untuk monitor LCD biasanya sekitar 40 watt. Sebaliknya, dibandingkan dengan monitor CRT dapat tiga kali lebih besar. Sebagai konsekuensinya, pemakaian listrik untuk monitor LCD akan lebih hemat.

Kerusakan dalam penampilan elemen gambar LCD sudah biasa. Kerusakan tersebut sangatlah mengganggu, tapi jika terlalu sering, monitor akan tidak dapat digunakan. Karena masalah ini sudah lazim, belilah monitor hanya dari vendor yang bergaransi dan bagus dalam kebijakan penggantian.

Akhirnya, pemasangan monitor CRT biasanya lebih mudah. Monitor LCD, di sisi lain, mungkin akan memerlukan pengaturan yang lebih lanjut untuk mencapai hasil yang optimal.

Kesimpulan
Tabel dibawah ini merangkum kelebihan dan kekurangan CRT dan LCD. Tanda Plus ("+") menunjukkan bahwa karakteristiknya lebih baik, sedangkan tanda ("-") menunjukkan kebalikannya.

Sudah jelas monitor LCD lebih unggul untuk komputer yang memiliki area terbatas dimana penggunaan monitor CRT menjadi tidak praktis. Demikian pula, ringannya monitor LCD menjadi lebih mudah untuk dipindahkan dan diletakkan. Fitur lainnya seperti ditempel pada dinding dan diputar 90 derajat sangat berguna di beberapa situasi. Hemat energi, lebih kontras dan kelebihan lainnya. Kelemahan LCD adalah harganya yang tinggi dan gambar yang agak jelek di beberapa situasi (pada saat menampilkan video atau gambar dengan resolusi yang rendah).

Monitor CRT, disisi lain, lebih murah, dapat diandalkan, dan mudah saat pemasangan. Kualitas gambar lebih baik dibeberapa situasi. Kelemahan utama monitor CRT adalah ukuran dan beratnya.

Pemilihan monitor untuk komputer desktop dipengaruhi tiga faktor berikut:
  • Aplikasi, (untuk apa komputer tersebut digunakan)
  • Harga, dan
  • Minat pembeli.

Monitor LCD akan menjadi lebih populer sejalan dengan perbaikan kualitas dan harga yang terus menurun. Sebagian pakar industri percaya bahwa LCD (atau teknologi layar datar lainnya) akan menggantikan CRT sebagai teknologi pilihan untuk komputer desktop

Tabel - Monitor CRT vs. LCD
Karakteristik CRT LCD
Harga + -
Ukuran - +
Berat - +
Konsumsi Energi - +
Pilihan penempatan - +
Kontras - +
Warna + -
Kualitas Gambar - Dibeberapa Resolusi + -
Kualitas Gambar - Saat Pemutaran Video + -
Keandalan + -
Pemasangan + -

Monitor LCD vs. CRT Monitor LCD vs. CRT Reviewed by Andi on 26 Agustus Rating: 5