4 Fakta Mengenai Vape

Rokok elektronik (vape) bisa saja bantu perokok berat untuk berhenti mengkonsumsi tembakau. Tapi juga malah membantu anak-anak muda untuk mulai merokok.

Institut ternama, Akademi Sains, Engineering, dan Obat-obatan Amerika Serikat (NAS) merilis laporan baru tentang rokok elektronik. Laporan yang paling komprehensif saat ini berdasarkan bukti yang ada.

Sekelompok para ahli telah menganalisa penemuan dari studi yang diperiksa oleh 800 orang dan menghasilkan sekumpulan kesimpulan mengenai dampak rokok elektronik terhadap kesehatan.

Rokok elektronik bisa jadi dapat membantu orang dewasa berhenti merokok, bisa juga tidak.

Rokok elektronik berbentuk ramping, bertenaga baterai yang menguapkan (vaporize) cairan nikotin untuk meniru rokok tradisional. (Itulah mengapa kita pakai istilah nge-vape ketimbang nge-rokok).

Salah satu pertanyaan kritis mengenai rokok elektronik ini: Apakah bisa membantu para perokok berhenti mengkonsumsi rokok tradisional? Pertanyaan ini pun ditujukan untuk para komite NAS dengan bukti yang sangat terbatas.

Di dalam laporannya, para pemeriksa harus berhati-hati untuk menarik kesimpulan berdasarkan kekuatan bukti yang ada. Menurut pandangan mereka, kesimpulan yang berdasarkan studi percobaan acak dan terkendali itu lebih berbobot ketimbang kesimpulan yang berdasarkan pengamatan.

Balik lagi ke pertanyaan, apakah vaping bisa membantu orang-orang meninggalkan rokok tradisional? Para pemeriksa studi hanya memiliki 3 percobaan acak yang terkendali. Jadi mereka memiliki bukti terbatas bahwa rokok elektronik dapat membantu orang-orang berhenti merokok tembakau.

Namun, studi pengamatan lebih unggul dalam segi bukti. Komite menemukan bukti yang cukup bahwa semakin banyaknya penggunaan rokok elektronik ada hubungannya dengan meningkatnya kemungkinan untuk berhenti merokok (tembakau).

Maka bila disimpulkan, komite NAS berkata, rokok elektronik bisa meningkatkan kemungkinan orang berhenti merokok tradisional - tetapi kita tidak tahu pasti.

Vape meningkatkan kemungkinan anak-anak muda untuk merokok tembakau.

Namun di sisi lain, ada bukti yang kuat bahwa rokok elektronik bertindak sebagai gerbang bagi para anak muda untuk mencoba rokok tradisional.

“Bukti dasar ini cukup konsisten dan cukup kuat untuk menyimpulkan bahwa ada keterkaitan antara penggunaan rokok elektronik dan penggunaan rokok tembakau,” ucap Adam Leventhal, anggota komite dan seorang profesor obat-obatan di Universitas California Selatan, saat pengarahan.

Ini adalah temuan yang sangat penting karena dampaknya akan berpengaruh pada tingkat merokok pada remaja, yang sudah turun drastis dalam beberapa tahun terakhir. Jadi, disaat rokok elektronik bermanfaat membantu perokok berhenti merokok (tembakau), tapi malah mendorong para remaja untuk merokok di usia muda.

Rokok elektronik lebih aman ketimbang rokok tembakau

Fakta berdasarkan laporan: Ketika dibandingkan dengan rokok tembakau, rokok elektronik itu lebih aman.

Sebelum bahas lebih dalam, ada hal mendasar yang perlu diketahui: Rokok tembakau adalah salah satu produk yang paling mematikan untuk dikonsumsi.

“Secara keseluruhan kandungan aerosol rokok elektronik itu lebih sedikit dan mengandung kandungan racun yang lebih rendah daripada rokok bakar tembakau.” tutur komite. Tetapi para komite tidak menganjurkan secara eksplisit bahwa rokok elektronik bisa menggantikan rokok tembakau dikarenakan masih banyak hal-hal yang tidak diketahui dampak rokok elektronik dalam jangka panjang.

Dampak besar kesehatan mengkonsumsi rokok elektronik masih tanda tanya

Dikarenakan bukti yang terbatas, para komite kesulitan untuk menarik kesimpulan bahwa rokok elektronik lebih aman bagi skala populasi yang besar. Namun dalam jangka pendek dan pengujian di skala populasi yang lebih kecil, rokok elektronik lebih baik daripada rokok tembakau.

4 Fakta Mengenai Vape 4 Fakta Mengenai Vape Reviewed by Andi on 31 Januari Rating: 5